Pukul
05:00 WIB
“
qinaaaaa.. qinaaa.. bangun nak, pagi ini hari pertama mu masuk sekolah, sudah
jam 5 nih, sholaat ayo sholaaat “
dengan
wajah ku yang usang, rambut acak – acakan dan suasana kamar yang memanggil
untuk selalu membelai bantal kesayangan ku , yaaa.. udah kelamaan libur jadi
nya agak susah untuk bangun.
“
qina pergi dulu, Assalamualaikum bu “
“
hati hati ya ca bawa motor nya, dan qina baik-baik sekolah nya ya nak”
Ca?
yaa itulah panggilan untuk kakak sepupu ku di rumah ini, ia melanjutkan
perguruan tinggi nya di Jambi, yang
sekarang tinggal di rumah ku. Nama lengkap nya Ica Trisma. Lulusan Sekolah
Menengah Atas 4 Sarolangun.
“
kak, nanti jemput jam 1 ya” sambil
menjabat tangan kak ica
“iya,
hati-hati qin” melajukan gas motor lalu
pulang
Dengan
baju putih biru dongker dan atribut lengkap, aku pun melangkahkan kaki pertama
ku di gerbang SMAN4 bismillahirrohmanirrohiim,
walaupun masih memakai atribut Sekolah Menengah Pertama namun jiwa dan raga ini
telah menginjakkan diri di bangku Sekolah Menengah Atas 4 Kota Jambi.
“assalamualaikum warohmatullahi wabarokatu di
beritahukan kepada seluruh siswa dan siswi baru untuk memasuki ruang kelas
masing – masing, sesuai dengan nama yang telah di tempel di kaca jendela, terimakasih,
wassalamualaikum warohmatullahi wabarokatu”
Suara
yang besar dari mikrofon itu membuat hati ini berdegub, dan sekujur tubuh
mengeluarkan keringat. aku bingung mau
memulainya dari mana, sedangkan aku tidak tau seluk beluk dari SMA ini , bahkan
teman – teman yang berasal dari SMP ku dulu belum ada yang datang.
Satu
demi satu ruang kelas aku datangi, akhirnya nama ku tertempel di ruang kelas
X-RSBI II.
“
permisi kak, ini kelasnya untuk permanen atau sementara ? ”
“oh,
tidak dik, ini hanya ruang kelas untuk tiga hari kedepan saja”
“terimakasih
kak”
“ayo
masuk sebentar lagi senior yang lain akan mengarahkan kalian semua di dalam
ruangan ini”
Pengarahan
itu berlangsung,mengarahkan apa saja perlengkapan yang akan di bawa untuk mos dan
masa perkenalan itu di mulai, aku bagaikan alien disini , Rasa gugup itu selalu
datang, awal nya pun aku emang pemalu anak nya kalo belum kenal sama orang,
tapi kalo udah kenal boleh di katakan cerewet sih.
Sepulang
dari sekolah, aku mengajak kak ica untuk membeli peralatan untuk MOS besok.
Sesampai nya di supermarket.
“ kak, qina mau kesana membeli kaos kaki hitam
dan putih dulu ya”
“iya
qin..”
Aku
pun sibuk memilih kaos kaki belang untuk besok, sebelah kanan berwarna hitam
dan kiri berwarna putih, tiba-tiba tangan ku tidak sengaja menyenggol salah
satu barang mahal yang ada di supermarket tersebut dan bunyinyapun sangat
kencang. Sehingga semua orang melihat ku.
Sesampainya
dirumah.
“
qina ! lain kali kalo mau memilih barang itu hati-hati jangan asal, rugi
besarkan kita, salah kamu jika kamu besok di hukum, karena barang-barang mu di
tunda untuk dibeli “ dengan nada marah pun kak ica mengelus elus dadanya
“iya
kak, ma’af sudah membuat kakak malu tadi di supermarket “ dengan wajah murung
aku pun menyesali perbuatan ku.
“iya,
tak apa, lain kali lebih hati-hati ya dik “ ujur kak ica
Walaupun
kak ica hanyalah kakak sepupu, namun ia sudah ku anggap sebagai kakak kandung
ku sendiri
***
Pukul
07:00 WIB
Sesampai
di sekolah aku merasa seperti alien lagi ,aku tidak memakai kalung yang di
rangkai dengan silverqueen, kakak senior pun mulai masuk kekelas, dan memeriksa
apa kekurangan adik adik yang ada di kelas. aku berfikir dan menyesali perbuatan
ku kemarin. Hati ini kembali gelisah dan sekujur tubuh penuh dengan keringat.
“ adik yang di ujung duduk nomor dua, ayo
kedepan” ujur kakak senior yang memasang wajah killer itu lagi
Jantung
berdegub kencang, wajah ku pucat dan bibir ini terasa berat untuk berbicara.
“ ia kak, ada apa”
“tolong kamu pergi ke kantor ambil lembaran
nama siswa baru” perintah kakak senior
“
iya kak, akan saya ambilkan “
(Huuuuh, akhirnya tidak di marahi) batinku,
selama perjalanan menuju kekantor
Sesampainya
dikantor, aku mengambil lembaran itu, dan memberikannya lagi ke kakak senior.
“
ini kak ” menyerahkan kertas
“
oh iya terimakasih, pergilah duduk ketempatmu “ perintahnya
Nomor
absen ku urutan pertama, aku mulai memasang muka pucat di bangku tempat ku
duduk, aku takut ketika namaku dipanggil kakak itu menanyakan perbedaan yang
ada pada ku hari ini.
Namun
kakak senior itu hanya mengabsen saja, siapa saja yang tidak hadir. Rasa cemas
itupun kembali meredam
***
3
hari berlalu, akhir nya dengan kembali interview
untuk masuk kelas RSBI di SMA Negeri 4 , aku pun mengikuti test tersebut
dan Alhamdulillah aku lulus , kini aku duduk
di kelas yang tetap di X-RSBI II . rasanya senang sekali tapi katanya
kelas RSBI ini anak nya otak-otak professor semua, tapi yasudah jalani saja,
dan tunggu hasilnya di semester gasal nanti.
Selama
duduk di bangku SMA ini entah kenapa penyakit yang timbul di diriku sangat
banyak, yang dulu nya tidak pernah
terkena maag, kini aku mengalami hal itu. Dan satu hal yang membuat aku
gelisah, akhir-akhir ini aku sering mengalami hal yang aneh pada telapak tangan
dan suhu tubuh ku.
Di
kelas aku kerap di panggil qina , setelah 3 bulan aku duduk di bangku sekolah
menengah atas ku, sempat aku merasa di kucilkan oleh guru-guru di sini .aku
kembali merasa seperti alien.
Setiap
guru mata pelajaran masuk, selalu menyinggung masalah laptop , sedangkan aku tidak mempunyai barang semewah itu.
“
kita disini belajar harus menggunakan laptop
atau netbook agar tidak ketinggalan zaman
dengan SMA INTERNASIONAL di luar sana , bagi yang tidak mempunyai, usahakan
pinjam dengan teman sebelah ya nak, kita punya layanan WI-FI sayang jika tidak
digunakan “
Perkataan
itulah yang selalu aku dengar setiap guru masuk ke kelas ku. Bahkan setiap
pembagian kelompok, semua teman teman ku menjauh,bahkan mikir 2 kali dulu kalau
mau nulis nama ku di kelompok nya. Rasa ingin teriak sekencang kencang nya,
jika air mata itu telah mengalir di pipi
Tapi
ya sudahlah, sebesar apapun yang kita miliki di dunia tak akan bisa mewakili
apa yang ada di hati dan otak kita, percuma aja kalau ada laptop tapi tugas tidak pernah di buat, bahkan sering membangkang
perkataan guru.
***
UTS(ujian
tengah semester)
Mata
pelajaran hari pertama ini MATEMATIKA DAN FISIKA.
Aku
bertekad memilih jurusan IPA karena harapan ayah dan ibu anak nya yang tercinta
ini akan menjadi seorang guru fisika (aamiin).
Keanehan
pada tubuhku kembali kambuh, wajahku pucat, keringat di telapak tangan ku
seperti kain pel yang di perah. Di tambah dengan kekhawatiran ku menghadap kertas 3 lembar itu, kertas itu
sangat menguji kemampuan siswa. Bersamaan dengan sehelai kertas yang penuh dengan lingkaran kecil di
lengkapi dengan angka dan huruf-huruf yang membuat mata ini perih melihatnya (ljk).
Teeet…
teeeet… bel pun berbunyi, aku segera mengumpul lembar jawaban ku dan berharap
semua yang telah aku lingkari itu memuaskan.
***
Tepat
di hari jum’at UTS pun selesai dan biasanya teman sebangku ku mengikuti suatu
organisasi di sekolah yaitu ROHIS awalnya aku bingung, kenapa sih mau mengikuti
yang seperti itu, toh hanya mendengarkan celotehan yang tidak jelas. Di ruang
kelas juga sudah biasa yang seperti itu.
“ qina, kau nak melok kami rohis
dak? “ ajaknya dalam logat melayu yang kental.
“
hm, maaf qina ada janji sama ibu di rumah”
“owalah,yolah qin, ati-ati be yo”
Sampai
di rumah, semua beban kuhempaskan di kamar tidur ku, melihat langit kamar dan
berfikir, apa yang terjadi dengan tubuh ku ini, sebelumnya aku pernah bertanya
dengan guru biologi di sekolah, katanya gejala ini merupakan gejala penyakit
lemah jantung dan ada juga yang mengatakan paru-paru basah , tapi aku tidak
percaya, peduli pun tidak. Sebelum aku membaca artikel yang sebenarnya dan
bertanya secara live dengan pakarnya.
Setiap
malam aku selalu berfikir Allah itu tidak adil kepada ku, di keluarga ini hanya
aku yang memiliki kekurangan , semenjak aku mengalami hal aneh ini, aku selalu
menjauh dari semua orang, tidak mau peduli apa yang terjadi di luar sana,
bahkan yang lebih parah nya , untuk bersujud kepada-Nya aku selalu lupa, karena
selalu merasa direndahkan oleh semua orang, selalu merasa di kucilkan.
“ihhh,
tangan qina kok basah, ada apa? Jangan di pegang deh bakterinya banyak banget
tuh najiss ”
“Ya Allah tuhan, dikira air liur anjing
kali yah, sampai segitunya “ batinku .Tersentak hati ini,
setiap orang-orang didekat ku berkata seperti itu. Menjatuhkan air mata itu
sudah biasa bahkan sampai tidak bisa mengeluarkan air mata, itu sudah sangat
biasa di setiap malamku.
***
Malam
itu ibu sedang memilah sayur untuk sarapan besok pagi. Entah apa,malam ini aku
menceritakan apa yang terjadi di sekolah.
“
ibu kapan kita mau check-up bu untuk
memeriksa semua ini, qina letih bu di
bully terus oleh teman-teman di sekolah, besok ya bu besok, ayoolah buuu ”
“
malam ini pun ibu mau nak, asalkan ada uangnya, ibu sedang tidak ada uang nak,
ayah belum gajian, kita tunggu ayah gajian saja ya”
Walaupun
kecewa namun kesabaran itu di dalam hidup sangat penting, karena sesuai kata ayah
kunci hidup itu adalah sabar.
***
Akhir-akhir
ini, aku lebih sering menyendiri, dan kebanyakan merenung, bahkan semua guru, aku
abaikan saat mereka sedang menerangkan pelajaran didepan,pikiranku entah
kemana. aku selalu memikirkan perkataan semua orang disekeliling ku, tentang
penyakit yang aneh ini.
Dulu
sewaktu aku masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama, aku sangat ingin
berhijab, namun semenjak aku mempunyai penyakit aneh ini, rasa ingin selalu
mendekatkan diri padanya(Allah) itu berkurang.
“arrghhhh
Allah itu tidak adil ! “
Yaaa.
Perkataan itulah yang selalu aku ucapkan.
Hingga
suatu ketika, aku sedang merenung di tangga dekat kelas ku air mata ku juga
ikut menetes. Tiba-tiba ada seorang wanita yang memakai jilbab yang menutup
dada, memakai baju yang sopan dan tertutup, wajahnya yang berseri, datang
menghampiri ku, ia mengatakan
“mengapa
adinda masih disini? Kan belum waktunya pulang?”
“maaf
ibu siapa?”
“panggil
kakak saja, saya tutor yang akan memberi tausiyah kepada adik-adik rohis di
sini”
Kehadiran
nya seperti malaikat yang sedang di beri utusan oleh Allah . Beribu pertanyaan
yang ku berikan mulai dari apa itu rohis? apa manfaat dan tujuan? bahkan aku
bertanya kerugian dari rohis itu apa, semua nya terjawab, kakak tutor itu
mengajak ku untuk mentoring hari jum’at nanti.
***
Kembali
ke rumah, aku selalu memikirkan kekurangan yang ada di diriku ini hingga pada
saat itu yang dulunya aku tidak pernah bermain dengan kertas dan balpoint, sekarang aku lebih suka bermain
dengan kertas dan balpoint, salah
satu dari isi diari itu adalah.
“aku tidak mengharapkan banyak,aku
hanya ingin membuat orang di sekelilingku bangga akan kekurangan dan kelebihan
yang aku miliki,terbungkam saat orang tak menganggap,tersenyum saat ada yang
menghampiri,dan tertawa saat ada yang menghiburku. Sangat bodoh mungkin, tapi
yaaa itulah aku. Aku berusaha bersyukur, namun aku terkadang………………
Tuhaaan, beri aku ketabahan dan
cara terbaik untuk mensyukuri semua.
(membebankan)
Yah, itulah sebutan untuk orang
pecundang seperti ku, semua orang di sekitarku tak memperdulikan, betapa aku
membutuhkan hiburan dan perhatian, agar aku lupa dengan segalanya, namun mereka
tidak memahaminya. Senyuman yang mereka lihat itu hanyalah topeng! Di balik
semua sangat sakiiiiiittt”
Itu
adalah salah satu isi dari diari ku, sangat berlebihan jika kalian yang tidak
berada di posisi ku, Allah itu tidak adil
yaaa, selalu dan selalu kata kata itu lah yang aku katakana.
“
bu kapan kita check-up bu”
“adakah
keluhan yang lain selain yang sering qina rasakan nak”
“tidak
bu, tapi qina malu, dikatakan yang tidak-tidak di sekolah”
“itu
semua tidak apa-apa nak, selalu berdo’alah”
Setiap
kali aku bertanya pasti ibu selalu berkata semua itu tidak apa-apa, beliau tidak
tau kalau pikiran ini tersiksa.
***
Jum’at
Biasanya
hari jum’at ini mata pelajaran di sekolah sangat santai FISIKA, GEOGRAFI ,
SEJARAH tidak terlalu membebankan, jam pertama di mulai dengan mata pelajaran
fisika. Pada dasarnya fisika itu tidak perlu menghafal rumus, tapi kita perlu
pemahamannya, percuma juga kan kalau hafal rumus, tapi tidak tau apa maksud
dari rumus-rumus itu.
Semua
teman-teman ku hari ini mengajak ku tertawa, entah apa yang aku rasakan, tapi
pada hari ini aku sangat senang. Hingga sampai bel panjang itu berbunyi lagi. Teman-teman
yang biasanya pergi mengikuti organisasi ROHIS itu kembali mengajak ku.
“kemarin,
ada kakak tutor kita ya yang nemuin qina?”
“iya,
kok tau, dia cerita ya?”
“itu
tidak penting, sekarang mari kita ke masjid, mengikuti mentoring seperti
biasa.”
Dengan
penuh canda tawa, aku melangkah menuju masjid itu seperti tidak ada beban
sedikit pun, teman teman ku menggandeng tangan ku, agak sedikit geli sih, tapi
mungkin ini yang di katakan semangat kebangkitan.
Di
hari pertama aku mengikuti ROHIS ini, aku merasa bosan, karena hanya membahas
sedikit tentang agama, itu pun hal yang sudah lama aku ketahui, tapi jalani
sajalah namanya juga hari pertama, maklumi saja jika kurang berkesan. Hanya satu yang berkesan di sini,
di hari ini aku memakai jilbab, hal kecil yang lama aku impikan, dan InsyaAllah
aku akan mengenakan jilbab ini untuk selamanya, karena ini sudah tekad ku dari
awal, perlahan aku mencoba.
Pulang
dari rohis kondisi tubuhku sangat tidak stabil, maag ku kambuh dan badan ku
seperti mayat. Akhirnya ibu khawatir kepadaku dan membawa ku ke rumah sakit. Di
rumah sakit dokter menyuruhku untuk dirawat inap, namun aku tidak mau. Karena
ulangan dan pr ku masih banyak yang harus di selesaikan , namun dokter memberi
penegas “jika masih kambuh 3 hari kedepan, kembali lagi kesini ya bu” kata-kata
itu sangat membuatku stress setengah
mati.
Sesampai
di rumah aku hanya bisa berbaring di
kamar dan berkata “mengapa Allah itu
tidak adil” semua orang di rumah ini hanya aku yang sering keluar masuk
rumah sakit, walaupun tidak dirawat tapi sangat menyiksa batin dan pikiran, jika
semuanya dipikirkan satu demi satu.
Pukul
21:00 WIB.
Malam
ini aku mencoba untuk mencurahkan kegelisahan ini dengan tutor ku di rohis SMA 4.
Kakak itu selalu memberikan ku semangat, selalu berkata bahwa Allah itu adil ,
Allah itu tidak akan memberi cobaan yang terlalu menyiksa umatnya, Allah itu
tidak tidur, Allah selalu melihat apa yang kita lakukan saat kita menghadapi
cobaan nya. Namun sudah banyak nasihat yang aku dengar aku tetap saja tidak
mempercayai itu. Keputusasaan ini sudah setiap malam selalu menghantui, selalu
menganggap Allah itu tidak adil. Akhirnya aku pun tertidur,nasihat itu hanya
aku anggap sebagai dongeng tidur ku malam ini.
***
Sepulang
sekolah ini ibu akan mengajak ku untuk check-up
ke Rs.Theresia. rasanya terangkat sebagian beban . Alhamdulillah ya Allah waktu yang ditunggu datang , rasa syukur itu
terlafas di lisan ini
“kita
daftar dulu ya nak, bersabarlah”
“iya
bu”
Aku
mendapat nomor urut 7 untuk pemeriksaan di Dr.Jupri beliau adalah dokter
penyakit dalam,
“Aqina Deswana Putri”
Panggilan
itu teruntuk namaku, akhirnya perbincangan itu dimulai. Dokter menyarankan
untuk test laboratorium, di sana
jantung ku berdegub kencang, dan sekujur tubuh ku di penuhi dengan air, apalagi
di telapak tangan, sangat cemas rasanya.
Hasil
check-up baru akan di tunjukkan
setelah 3 jam kemudian, aku dan ibu menunggu hasil itu dengan berbelanja di
salah satu toko baju untuk membeli seragam sekolah adik ku dan melanjutkan makan
siang didekat Rs.Theresia.
Setelah
3 jam berlalu, hasil check-up itu ditunjukkan.
Aku dan ibu segera menemui Dokter lagi, untuk mengetahui apa hasil nya setelah
di ambil darah sebanyak 2 tabung tadi di labor. Dan ternyata hasilnya sangat
mengecewakan. Aku terkena penyakit hyperhidrosis
, hemoglobin rendah, dan gejala
hepatitis . ternyata benar penyakit yang aku idap salah satu penyakit aneh,
kata dokter penyebar luasan penyakit hyperhidrosis
di Indonesia sangat minim, bahkan banyak terjadi di Negara lain, di Indonesia
sangat langka dan tidak bisa diobatkan.
Obat-obatan
yang diberikan dokter tak pernah aku minum, aku ingin cepat-cepat mengakhiri
hidup ini, rasa malu, sakit, kecewa, bahkan semuanya sudah aku rasakan. Tak
habis-habis nya air mata ini selalu bergelimang.
***
Tak
terasa kini aku sudah duduk di kelas 2 SMA jurusan IPA. Pengalaman ku selama di
kelas X-RSBI II sangat banyak, mulai dari yang menyedihkan sampai yang
menyenangkan.
Dan
kebetulan hari ini adalah hari jum’at , seperti biasa, sepulang sekolah aku
mentoring dulu di masjid , semalam kakak tutor mengatakan hari ini agenda nya
muhasabah. Di siang ini aku di perlihatkan oleh kakak tutor tentang kehidupan
yang suram di luar sana , ternyata diluar sana masih banyak orang-orang yang
terkena penyakit yang lebih parah dari penyakit ku, bahkan mereka tidak bisa
lagi melakukan aktivitas yang seperti aku lakukan sekarang , perkataan kakak
tutor itu benar “Allah itu adil” sudah
berjalan setahun setengah aku menjadi aktivis rohis, perlahan perubahan itu
muncul, tak tau kenapa beban yang dulu menyesakkan pikiran , kini menjadi lebih
ringan, rasa ingin selalu mendekatkan diri kepada Allah itu selalu datang.
Aku
yang dulu tidak mengenal yang namanya sholat tahajud,dhuha,istiqharoh,tasbih.
Kini aku mengenal semua sholat sunah dan wajib itu, dulu aku yang tidak percaya
bahwa Allah itu adil, kini aku percaya bahwa Allah itu adil. Sampai ibu ku
pernah berkata.
“ibu bangga mempunyai anak yang
bisa selalu tersenyum dan taat agama”
Ibu
berkata begitu karena ibu tidak pernah lagi melihatku putus asa dengan penyakit
yang aku punya, hyperhidrosis . yaaaa
mungkin itulah aku , seorang gadis yang saat ini berusaha untuk menerima
kekurangan ku sendiri, berusaha untuk mendekatkan diriku pada nya, dan berdo’a
kelak akan membanggakan mereka. Tak usah peduli dengan perkataan orang, ROHIS
itu kampungan, tidak uptodate, ngebosanin,
hellooooww yang kampungan itu ya kalian yang tidak mau tau cara terbaik menjadi
penghuni syurga Allah, ingatlah Allah membenci umatnya yang terlalu
mementingkan keduniawian nya, dunia dan akhirat itu berbanding terbalik, di
dunia kalian bisa berbohong, di akhirat TIDAAAK ! rugi bagi yang berkata ROHIS itu
kampungan.
Terimakasih
ROHIS karena mu, aku percaya dan karna mu aku
yakin bahwa Allah itu ada . Allah itu tidak tidur. Satu kalimat untuk ku
ALLAH ITU ADIL.
Salam
semangat rohis, ALLAHUAKBAR !
IDENTITAS DIRI
Nama:Aqina
Deswana Putri
A.Sekolah
: SMAN 4 Kota Jambi
Fb: https://www.facebook.com/aqina.putri/
Alamat:
Prumahan Bahari Makmur Blok F/4 Mendalo Darat
No
Hp: 081919148333/089665333220
