Kamis, 06 Maret 2014

CERPEN " SEMANGAT KEBANGKITAN ROHIS "




Pukul 05:00 WIB
“ qinaaaaa.. qinaaa.. bangun nak, pagi ini hari pertama mu masuk sekolah, sudah jam 5 nih, sholaat ayo sholaaat “
dengan wajah ku yang usang, rambut acak – acakan dan suasana kamar yang memanggil untuk selalu membelai bantal kesayangan ku , yaaa.. udah kelamaan libur jadi nya agak susah untuk bangun.
“ qina pergi dulu, Assalamualaikum bu “
“ hati hati ya ca bawa motor nya, dan qina baik-baik sekolah nya ya nak”
Ca? yaa itulah panggilan untuk kakak sepupu ku di rumah ini, ia melanjutkan perguruan tinggi  nya di Jambi, yang sekarang tinggal di rumah ku. Nama lengkap nya Ica Trisma. Lulusan Sekolah Menengah Atas 4 Sarolangun.
“ kak, nanti jemput  jam 1 ya” sambil menjabat tangan kak ica
“iya, hati-hati qin” melajukan gas  motor lalu pulang
Dengan baju putih biru dongker dan atribut lengkap, aku pun melangkahkan kaki pertama ku di gerbang SMAN4 bismillahirrohmanirrohiim, walaupun masih memakai atribut Sekolah Menengah Pertama namun jiwa dan raga ini telah menginjakkan diri di bangku Sekolah Menengah Atas 4 Kota Jambi.
assalamualaikum warohmatullahi wabarokatu di beritahukan kepada seluruh siswa dan siswi baru untuk memasuki ruang kelas masing – masing, sesuai dengan nama yang telah di tempel di kaca jendela, terimakasih, wassalamualaikum warohmatullahi wabarokatu”
Suara yang besar dari mikrofon itu membuat hati ini berdegub, dan sekujur tubuh mengeluarkan keringat.  aku bingung mau memulainya dari mana, sedangkan aku tidak tau seluk beluk dari SMA ini , bahkan teman – teman yang berasal dari SMP ku dulu belum ada yang datang.
Satu demi satu ruang kelas aku datangi, akhirnya nama ku tertempel di ruang kelas X-RSBI II.
“ permisi kak, ini kelasnya untuk permanen atau sementara ? ”
“oh, tidak dik, ini hanya ruang kelas untuk tiga hari kedepan saja”
“terimakasih kak”
“ayo masuk sebentar lagi senior yang lain akan mengarahkan kalian semua di dalam ruangan ini”
Pengarahan itu berlangsung,mengarahkan apa saja perlengkapan yang akan di bawa untuk mos dan masa perkenalan itu di mulai, aku bagaikan alien disini , Rasa gugup itu selalu datang, awal nya pun aku emang pemalu anak nya kalo belum kenal sama orang, tapi kalo udah kenal boleh di katakan cerewet sih.
Sepulang dari sekolah, aku mengajak kak ica untuk membeli peralatan untuk MOS besok. Sesampai nya di supermarket.
 “ kak, qina mau kesana membeli kaos kaki hitam dan putih dulu ya”
“iya qin..”
Aku pun sibuk memilih kaos kaki belang untuk besok, sebelah kanan berwarna hitam dan kiri berwarna putih, tiba-tiba tangan ku tidak sengaja menyenggol salah satu barang mahal yang ada di supermarket tersebut dan bunyinyapun sangat kencang. Sehingga semua orang melihat ku.
Sesampainya dirumah.
“ qina ! lain kali kalo mau memilih barang itu hati-hati jangan asal, rugi besarkan kita, salah kamu jika kamu besok di hukum, karena barang-barang mu di tunda untuk dibeli “ dengan nada marah pun kak ica mengelus elus dadanya
“iya kak, ma’af sudah membuat kakak malu tadi di supermarket “ dengan wajah murung aku pun menyesali perbuatan ku.
“iya, tak apa, lain kali lebih hati-hati ya dik “ ujur kak ica
Walaupun kak ica hanyalah kakak sepupu, namun ia sudah ku anggap sebagai kakak kandung ku sendiri
***
Pukul 07:00 WIB
Sesampai di sekolah aku merasa seperti alien lagi ,aku tidak memakai kalung yang di rangkai dengan silverqueen, kakak senior pun mulai masuk kekelas, dan memeriksa apa kekurangan adik adik yang ada di kelas. aku berfikir dan menyesali perbuatan ku kemarin. Hati ini kembali gelisah dan sekujur tubuh penuh dengan keringat.
 “ adik yang di ujung duduk nomor dua, ayo kedepan” ujur kakak senior yang memasang wajah killer itu lagi
Jantung berdegub kencang, wajah ku pucat dan bibir ini terasa berat untuk berbicara.
 “ ia kak, ada apa”
 “tolong kamu pergi ke kantor ambil lembaran nama siswa baru” perintah kakak senior
“ iya kak, akan saya ambilkan “
(Huuuuh, akhirnya tidak di marahi) batinku, selama perjalanan menuju kekantor
Sesampainya dikantor, aku mengambil lembaran itu, dan memberikannya lagi ke kakak senior.
“ ini kak ” menyerahkan kertas
“ oh iya terimakasih, pergilah duduk ketempatmu “ perintahnya
Nomor absen ku urutan pertama, aku mulai memasang muka pucat di bangku tempat ku duduk, aku takut ketika namaku dipanggil kakak itu menanyakan perbedaan yang ada pada ku hari ini.
Namun kakak senior itu hanya mengabsen saja, siapa saja yang tidak hadir. Rasa cemas itupun kembali meredam
***
3 hari berlalu, akhir nya dengan kembali interview untuk masuk kelas RSBI di SMA Negeri 4 , aku pun mengikuti test tersebut dan Alhamdulillah aku lulus , kini aku duduk  di kelas yang tetap di X-RSBI II . rasanya senang sekali tapi katanya kelas RSBI ini anak nya otak-otak professor semua, tapi yasudah jalani saja, dan tunggu hasilnya di semester gasal nanti.
Selama duduk di bangku SMA ini entah kenapa penyakit yang timbul di diriku sangat banyak, yang dulu  nya tidak pernah terkena maag, kini aku mengalami hal itu. Dan satu hal yang membuat aku gelisah, akhir-akhir ini aku sering mengalami hal yang aneh pada telapak tangan dan suhu tubuh ku.
Di kelas aku kerap di panggil qina , setelah 3 bulan aku duduk di bangku sekolah menengah atas ku, sempat aku merasa di kucilkan oleh guru-guru di sini .aku kembali merasa seperti alien.
Setiap guru mata pelajaran masuk, selalu menyinggung masalah laptop , sedangkan aku tidak mempunyai barang semewah itu.
“ kita disini belajar harus menggunakan laptop atau netbook agar tidak ketinggalan zaman dengan SMA INTERNASIONAL di luar sana , bagi yang tidak mempunyai, usahakan pinjam dengan teman sebelah ya nak, kita punya layanan WI-FI sayang jika tidak digunakan “
Perkataan itulah yang selalu aku dengar setiap guru masuk ke kelas ku. Bahkan setiap pembagian kelompok, semua teman teman ku menjauh,bahkan mikir 2 kali dulu kalau mau nulis nama ku di kelompok nya. Rasa ingin teriak sekencang kencang nya, jika air mata itu telah mengalir di pipi
Tapi ya sudahlah, sebesar apapun yang kita miliki di dunia tak akan bisa mewakili apa yang ada di hati dan otak kita, percuma aja kalau ada laptop tapi tugas tidak pernah di buat, bahkan sering membangkang perkataan guru.
***
UTS(ujian tengah semester)
Mata pelajaran hari pertama ini MATEMATIKA DAN FISIKA.
Aku bertekad memilih jurusan IPA karena harapan ayah dan ibu anak nya yang tercinta ini akan menjadi seorang guru fisika (aamiin).
Keanehan pada tubuhku kembali kambuh, wajahku pucat, keringat di telapak tangan ku seperti kain pel yang di perah. Di tambah dengan kekhawatiran ku  menghadap kertas 3 lembar itu, kertas itu sangat menguji kemampuan siswa. Bersamaan dengan sehelai  kertas yang penuh dengan lingkaran kecil di lengkapi dengan angka dan huruf-huruf yang membuat mata ini perih melihatnya (ljk).
Teeet… teeeet… bel pun berbunyi, aku segera mengumpul lembar jawaban ku dan berharap semua yang telah aku lingkari itu memuaskan.
***
Tepat di hari jum’at UTS pun selesai dan biasanya teman sebangku ku mengikuti suatu organisasi di sekolah yaitu ROHIS awalnya aku bingung, kenapa sih mau mengikuti yang seperti itu, toh hanya mendengarkan celotehan yang tidak jelas. Di ruang kelas juga sudah biasa yang seperti itu.
“ qina, kau nak melok kami rohis dak? “ ajaknya dalam logat melayu yang kental.
“ hm, maaf qina ada janji sama ibu di rumah”
“owalah,yolah qin, ati-ati be yo”
Sampai di rumah, semua beban kuhempaskan di kamar tidur ku, melihat langit kamar dan berfikir, apa yang terjadi dengan tubuh ku ini, sebelumnya aku pernah bertanya dengan guru biologi di sekolah, katanya gejala ini merupakan gejala penyakit lemah jantung dan ada juga yang mengatakan paru-paru basah , tapi aku tidak percaya, peduli pun tidak. Sebelum aku membaca artikel yang sebenarnya dan bertanya secara live dengan pakarnya.
Setiap malam aku selalu berfikir Allah itu tidak adil kepada ku, di keluarga ini hanya aku yang memiliki kekurangan , semenjak aku mengalami hal aneh ini, aku selalu menjauh dari semua orang, tidak mau peduli apa yang terjadi di luar sana, bahkan yang lebih parah nya , untuk bersujud kepada-Nya aku selalu lupa, karena selalu merasa direndahkan oleh semua orang, selalu merasa di kucilkan.
“ihhh, tangan qina kok basah, ada apa? Jangan di pegang deh bakterinya banyak banget tuh najiss ”
“Ya Allah tuhan, dikira air liur anjing kali yah, sampai segitunya “ batinku .Tersentak hati ini, setiap orang-orang didekat ku berkata seperti itu. Menjatuhkan air mata itu sudah biasa bahkan sampai tidak bisa mengeluarkan air mata, itu sudah sangat biasa di setiap malamku.
***
Malam itu ibu sedang memilah sayur untuk sarapan besok pagi. Entah apa,malam ini aku menceritakan apa yang terjadi di sekolah.
“ ibu kapan kita mau check-up bu untuk memeriksa semua ini, qina letih bu di bully terus oleh teman-teman di sekolah, besok ya bu besok, ayoolah buuu ”
“ malam ini pun ibu mau nak, asalkan ada uangnya, ibu sedang tidak ada uang nak, ayah belum gajian, kita tunggu ayah gajian saja ya”
Walaupun kecewa namun kesabaran itu di dalam hidup sangat penting, karena sesuai kata ayah kunci hidup itu adalah sabar.
***
Akhir-akhir ini, aku lebih sering menyendiri, dan kebanyakan merenung, bahkan semua guru, aku abaikan saat mereka sedang menerangkan pelajaran didepan,pikiranku entah kemana. aku selalu memikirkan perkataan semua orang disekeliling ku, tentang penyakit yang aneh ini.
Dulu sewaktu aku masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama, aku sangat ingin berhijab, namun semenjak aku mempunyai penyakit aneh ini, rasa ingin selalu mendekatkan diri padanya(Allah) itu berkurang.
“arrghhhh Allah itu tidak adil ! “
Yaaa. Perkataan itulah yang  selalu aku ucapkan.
Hingga suatu ketika, aku sedang merenung di tangga dekat kelas ku air mata ku juga ikut menetes. Tiba-tiba ada seorang wanita yang memakai jilbab yang menutup dada, memakai baju yang sopan dan tertutup, wajahnya yang berseri, datang menghampiri ku, ia mengatakan
“mengapa adinda masih disini? Kan belum waktunya pulang?”
“maaf ibu siapa?”
“panggil kakak saja, saya tutor yang akan memberi tausiyah kepada adik-adik rohis di sini”
Kehadiran nya seperti malaikat yang sedang di beri utusan oleh Allah . Beribu pertanyaan yang ku berikan mulai dari apa itu rohis? apa manfaat dan tujuan? bahkan aku bertanya kerugian dari rohis itu apa, semua nya terjawab, kakak tutor itu mengajak ku untuk mentoring hari jum’at nanti.
***
Kembali ke rumah, aku selalu memikirkan kekurangan yang ada di diriku ini hingga pada saat itu yang dulunya aku tidak pernah bermain dengan kertas dan balpoint, sekarang aku lebih suka bermain dengan kertas dan balpoint, salah satu dari isi diari itu adalah.
“aku tidak mengharapkan banyak,aku hanya ingin membuat orang di sekelilingku bangga akan kekurangan dan kelebihan yang aku miliki,terbungkam saat orang tak menganggap,tersenyum saat ada yang menghampiri,dan tertawa saat ada yang menghiburku. Sangat bodoh mungkin, tapi yaaa itulah aku. Aku berusaha bersyukur, namun aku terkadang………………
Tuhaaan, beri aku ketabahan dan cara terbaik untuk mensyukuri semua.
(membebankan)
Yah, itulah sebutan untuk orang pecundang seperti ku, semua orang di sekitarku tak memperdulikan, betapa aku membutuhkan hiburan dan perhatian, agar aku lupa dengan segalanya, namun mereka tidak memahaminya. Senyuman yang mereka lihat itu hanyalah topeng! Di balik semua sangat sakiiiiiittt”
Itu adalah salah satu isi dari diari ku, sangat berlebihan jika kalian yang tidak berada di posisi ku, Allah itu tidak adil yaaa, selalu dan selalu kata kata itu lah yang aku katakana.
“ bu kapan kita check-up bu”
“adakah keluhan yang lain selain yang sering qina rasakan nak”
“tidak bu, tapi qina malu, dikatakan yang tidak-tidak di sekolah”
“itu semua tidak apa-apa nak, selalu berdo’alah”
Setiap kali aku bertanya pasti ibu selalu berkata semua itu tidak apa-apa, beliau tidak tau kalau pikiran ini tersiksa.
***
Jum’at
Biasanya hari jum’at ini mata pelajaran di sekolah sangat santai FISIKA, GEOGRAFI , SEJARAH tidak terlalu membebankan, jam pertama di mulai dengan mata pelajaran fisika. Pada dasarnya fisika itu tidak perlu menghafal rumus, tapi kita perlu pemahamannya, percuma juga kan kalau hafal rumus, tapi tidak tau apa maksud dari rumus-rumus itu.
Semua teman-teman ku hari ini mengajak ku tertawa, entah apa yang aku rasakan, tapi pada hari ini aku sangat senang. Hingga sampai bel panjang itu berbunyi lagi. Teman-teman yang biasanya pergi mengikuti organisasi ROHIS itu kembali mengajak ku.
“kemarin, ada kakak tutor kita ya yang nemuin qina?”
“iya, kok tau, dia cerita ya?”
“itu tidak penting, sekarang mari kita ke masjid, mengikuti mentoring seperti biasa.”
Dengan penuh canda tawa, aku melangkah menuju masjid itu seperti tidak ada beban sedikit pun, teman teman ku menggandeng tangan ku, agak sedikit geli sih, tapi mungkin ini yang di katakan semangat kebangkitan.
Di hari pertama aku mengikuti ROHIS ini, aku merasa bosan, karena hanya membahas sedikit tentang agama, itu pun hal yang sudah lama aku ketahui, tapi jalani sajalah namanya juga hari pertama, maklumi saja jika kurang  berkesan. Hanya satu yang berkesan di sini, di hari ini aku memakai jilbab, hal kecil yang lama aku impikan, dan InsyaAllah aku akan mengenakan jilbab ini untuk selamanya, karena ini sudah tekad ku dari awal, perlahan aku mencoba.
Pulang dari rohis kondisi tubuhku sangat tidak stabil, maag ku kambuh dan badan ku seperti mayat. Akhirnya ibu khawatir kepadaku dan membawa ku ke rumah sakit. Di rumah sakit dokter menyuruhku untuk dirawat inap, namun aku tidak mau. Karena ulangan dan pr ku masih banyak yang harus di selesaikan , namun dokter memberi penegas “jika masih kambuh 3 hari kedepan, kembali lagi kesini ya bu” kata-kata itu sangat membuatku stress setengah mati.
Sesampai di rumah aku hanya bisa berbaring  di kamar dan berkata “mengapa Allah itu tidak adil” semua orang di rumah ini hanya aku yang sering keluar masuk rumah sakit, walaupun tidak dirawat tapi  sangat menyiksa batin dan pikiran, jika semuanya dipikirkan satu demi satu.
Pukul 21:00 WIB.
Malam ini aku mencoba untuk mencurahkan kegelisahan ini dengan tutor ku di rohis SMA 4. Kakak itu selalu memberikan ku semangat, selalu berkata bahwa Allah itu adil , Allah itu tidak akan memberi cobaan yang terlalu menyiksa umatnya, Allah itu tidak tidur, Allah selalu melihat apa yang kita lakukan saat kita menghadapi cobaan nya. Namun sudah banyak nasihat yang aku dengar aku tetap saja tidak mempercayai itu. Keputusasaan ini sudah setiap malam selalu menghantui, selalu menganggap Allah itu tidak adil. Akhirnya aku pun tertidur,nasihat itu hanya aku anggap sebagai dongeng tidur ku malam ini.
***
Sepulang sekolah ini ibu akan mengajak ku untuk check-up ke Rs.Theresia. rasanya terangkat sebagian beban . Alhamdulillah ya Allah waktu yang ditunggu datang , rasa syukur itu terlafas di lisan ini
“kita daftar dulu ya nak, bersabarlah”
“iya bu”
Aku mendapat nomor urut 7 untuk pemeriksaan di Dr.Jupri beliau adalah dokter penyakit dalam,
Aqina Deswana Putri
Panggilan itu teruntuk namaku, akhirnya perbincangan itu dimulai. Dokter menyarankan untuk test laboratorium, di sana jantung ku berdegub kencang, dan sekujur tubuh ku di penuhi dengan air, apalagi di telapak tangan, sangat cemas rasanya.
Hasil check-up baru akan di tunjukkan setelah 3 jam kemudian, aku dan ibu menunggu hasil itu dengan berbelanja di salah satu toko baju untuk membeli seragam sekolah adik ku dan melanjutkan makan siang didekat Rs.Theresia.
Setelah 3 jam berlalu, hasil check-up itu ditunjukkan. Aku dan ibu segera menemui Dokter lagi, untuk mengetahui apa hasil nya setelah di ambil darah sebanyak 2 tabung tadi di labor. Dan ternyata hasilnya sangat mengecewakan. Aku terkena penyakit hyperhidrosis , hemoglobin rendah, dan gejala hepatitis . ternyata benar penyakit yang aku idap salah satu penyakit aneh, kata dokter penyebar luasan penyakit hyperhidrosis di Indonesia sangat minim, bahkan banyak terjadi di Negara lain, di Indonesia sangat langka dan tidak bisa diobatkan.
Obat-obatan yang diberikan dokter tak pernah aku minum, aku ingin cepat-cepat mengakhiri hidup ini, rasa malu, sakit, kecewa, bahkan semuanya sudah aku rasakan. Tak habis-habis nya air mata ini selalu bergelimang.
***
Tak terasa kini aku sudah duduk di kelas 2 SMA jurusan IPA. Pengalaman ku selama di kelas X-RSBI II sangat banyak, mulai dari yang menyedihkan sampai yang menyenangkan.
Dan kebetulan hari ini adalah hari jum’at , seperti biasa, sepulang sekolah aku mentoring dulu di masjid , semalam kakak tutor mengatakan hari ini agenda nya muhasabah. Di siang ini aku di perlihatkan oleh kakak tutor tentang kehidupan yang suram di luar sana , ternyata diluar sana masih banyak orang-orang yang terkena penyakit yang lebih parah dari penyakit ku, bahkan mereka tidak bisa lagi melakukan aktivitas yang seperti aku lakukan sekarang , perkataan kakak tutor itu benar “Allah itu adil” sudah berjalan setahun setengah aku menjadi aktivis rohis, perlahan perubahan itu muncul, tak tau kenapa beban yang dulu menyesakkan pikiran , kini menjadi lebih ringan, rasa ingin selalu mendekatkan diri kepada Allah itu selalu datang.
Aku yang dulu tidak mengenal yang namanya sholat tahajud,dhuha,istiqharoh,tasbih. Kini aku mengenal semua sholat sunah dan wajib itu, dulu aku yang tidak percaya bahwa Allah itu adil, kini aku percaya bahwa Allah itu adil. Sampai ibu ku pernah berkata.
“ibu bangga mempunyai anak yang bisa selalu tersenyum dan taat agama
Ibu berkata begitu karena ibu tidak pernah lagi melihatku putus asa dengan penyakit yang aku punya, hyperhidrosis . yaaaa mungkin itulah aku , seorang gadis yang saat ini berusaha untuk menerima kekurangan ku sendiri, berusaha untuk mendekatkan diriku pada nya, dan berdo’a kelak akan membanggakan mereka. Tak usah peduli dengan perkataan orang, ROHIS itu kampungan, tidak uptodate, ngebosanin, hellooooww yang kampungan itu ya kalian yang tidak mau tau cara terbaik menjadi penghuni syurga Allah, ingatlah Allah membenci umatnya yang terlalu mementingkan keduniawian nya, dunia dan akhirat itu berbanding terbalik, di dunia kalian bisa berbohong, di akhirat TIDAAAK ! rugi bagi yang berkata ROHIS itu kampungan.
Terimakasih ROHIS karena mu, aku percaya dan karna mu aku  yakin bahwa Allah itu ada . Allah itu tidak tidur. Satu kalimat untuk ku ALLAH ITU ADIL.
Salam semangat rohis, ALLAHUAKBAR !


IDENTITAS DIRI
Nama:Aqina Deswana Putri
A.Sekolah : SMAN 4 Kota Jambi
Fb: https://www.facebook.com/aqina.putri/
Alamat: Prumahan Bahari Makmur Blok F/4 Mendalo Darat
No Hp: 081919148333/089665333220

Tidak ada komentar:

Posting Komentar