assalamu'alaikum sobat bloger..
kali ini saya akan membahas tentang kisah nabi musa dan wanita penzina..
hm.. kalo di baca dari judulnya, ini cerita amaziing bnt yaah, kayaknya konfliknya WAW gitu haha..
tapi pada dasarnya tidak ko sob, ceritanya ini sangat menyedihkan, apalagi jika si pembaca benar benar meresapi apa maksud dari cerita ini.
waaah.. penasaran yaah, ya udah deh, selamat membaca ya sob, " SEMOGA TERINSPIRASI "
KISAH
NABI MUSA DAN WANITA PENZINA
Pada suatu senja yang lenggang, terlihat
seorang wanita berjalan terhuyung-huyung. Pakaiannya yang serba hitam
menandakan bahwa ia berada dalam dukacita yang mencekam. Kerudungnya
menangkup rapat hampir seluruh wajahnya. Tanpa hias muka atau perhiasan
menempel di tubuhnya. Kulit yang bersih, badan yang ramping dan roman mukanya
yang ayu, tidak dapat menghapus kesan kepedihan yang tengah meruyak hidupnya.
Ia melangkah terseret-seret mendekati kediaman rumah Nabi Musa a.s. Diketuknya
pintu pelan- pelan sambil mengucapkan uluk salam. Maka terdengarlah ucapan dari
dalam "Silakan masuk".
Perempuan cantik itu lalu berjalan masuk
sambil kepalanya terus merunduk. Air matanya berderai tatkala ia Berkata,
"Wahai Nabi Allah. Tolonglah saya. Doakan saya agar Tuhan berkenan
mengampuni dosa keji saya."
"Apakah dosamu wahai wanita ayu?"
tanya Nabi Musa a.s. terkejut.
"Saya takut mengatakannya."jawab
wanita cantik. "Katakanlah jangan ragu-ragu!" desak Nabi Musa.
Maka perempuan itupun terpatah bercerita,
"Saya... telah berzina.
"Kepala Nabi Musa terangkat,hatinya
tersentak. Perempuan itu meneruskan,
"Dari perzinaan itu saya pun...lantas
hamil. Setelah anak itu lahir,langsung saya... cekik lehernya sampai...
tewas," ucap wanita itu seraya menangis sejadi-jadinya.
Nabi Musa berapi-api matanya. Dengan muka
berang ia mengherdik, "Perempuan bejad, enyah kamu dari sini! Agar siksa
Allah tidak jatuh ke dalam rumahku karena perbuatanmu. Pergi!"... teriak
Nabi Musa sambil memalingkan mata karena jijik.
Perempuan berwajah ayu dengan hati bagaikan
kaca membentur batu, hancur luluh segera bangkit dan melangkah surut. Dia
terantuk-antuk keluar dari dalam rumah Nabi Musa. Ratap tangisnya amat
memilukan.Ia tak tahu harus kemana lagi hendak mengadu. Bahkan ia tak tahu mau
dibawa kemana lagi kaki-kakinya. Bila seorang Nabi saja sudah menolaknya, bagaimana
pula manusia lain bakal menerimanya? Terbayang olehnya betapa besar dosanya,
betapa jahat perbuatannya. Ia tidak tahu bahwa sepeninggalnya, Malaikat Jibril
turun mendatangi Nabi Musa.
Sang Ruhul Amin Jibril lalu bertanya,
"Mengapa engkau menolak seorang wanita yang hendak bertaubat dari dosanya?
Tidakkah engkau tahu dosa yang lebih besar daripadanya?" Nabi Musa
terperanjat. "Dosa apakah yang lebih besar dari kekejian wanita pezina dan
pembunuh itu?" Maka Nabi Musa dengan penuh rasa ingin tahu bertanya kepada
Jibril. "Betulkah ada dosa yang lebih besar daripada perempuan yang nista
itu?"
"Ada!" jawab Jibril dengan tegas.
"Dosa apakah itu?" tanya Musa kian penasaran."Orang yang
meninggalkan sholat dengan sengaja dan tanpa menyesal.
Orang itu dosanya lebih besar dari pada seribu
kali berzina"
Mendengar penjelasan ini Nabi Musa kemudian
memanggil wanita tadi untuk menghadap kembali kepadanya. Ia mengangkat tangan
dengan khusuk untuk memohonkan ampunan kepada Allah untuk perempuan tersebut.
Nabi Musa menyedari, orang yang meninggalkan sembahyang dengan sengaja dan
tanpa penyesalan adalah sama saja seperti berpendapat bahwa sembahyang itu
tidak wajib dan tidak perlu atas dirinya. Berarti ia seakan-akan menganggap
remeh perintah Tuhan, bahkan seolah-olah menganggap Tuhan tidak punya hak untuk
mengatur dan memerintah hamba-Nya.
Sedang orang yang bertobat dan menyesali
dosanya dengan sungguh-sungguh berarti masih mempunyai iman di dadanya dan
yakin bahwa Allah itu berada di jalan ketaatan kepada-Nya. Itulah sebabnya
Tuhan pasti mau menerima kedatangannya. (Dikutip dari buku 30 kisah teladan -
KH Abdurrahman Arroisy)
Dalam hadis Nabi SAW disebutkan : Orang yang
meninggalkan sholat lebih besar dosanya dibanding dengan orang yang membakar 70
buah Al-Qur’an, membunuh 70 nabi dan bersetubuh
dengan ibunya di dalam Ka’bah. Dalam hadis yang lain disebutkan
bahwa orang yang meninggalkan sholat sehingga terlewat waktu, kemudian ia
mengqadanya, maka ia akan disiksa dalam neraka selama satu huqub. Satu huqub
adalah delapan puluh tahun. Satu tahun terdiri dari 360 hari, sedangkan satu
hari diakherat perbandingannya adalah seribu tahun di dunia.
Demikianlah kisah Nabi Musa dan wanita penzina
dan dua hadis Nabi, mudah-mudahan menjadi pelajaran bagi kita dan timbul niat
untuk melaksanakan kewajiban sholat dengan istiqomah.
Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaa
ilaaha illa anta, astaghfiruka wa atuubuilaiik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar