***
Siang itu di kedai
kopi, dimas sedang hang out bersama
teman teman nya, hari itu ia memakai baju berwarna merah, dia lupa akan
kekurangan nya itu, pas 2 jam lamanya ia duduk di kedai itu ia pun mulai
gelisah ingin pulang,
Selalu ingat pesan ibu,
jika ibu punya uang, beliau akan mengajaknya untuk berobat.
3 tahun tak terasa
remaja itu pun beranjak dewasa, ia sangat mengeluh ketika ia mendapatkan
cibiran dari temannya, ia merasakan dirinya lain dari yang lain, hidup di
tengah lautan di antara ikan ikan, dan hanya ia yang paling kecil di antara
semua ikan, dimas tetap sabar dan selalu menjaga kondisi suhu badan nya.
Dimas telah mengetahui
jelas apa itu kekurangan pada dirinya, setiap ia merasakan panas, dimas selalu
kehilangan percaya diri, terkadang ia harus duduk sendirian di ruang kelas nya,
hanya untuk menghindari dari cibiran teman teman nya.
Siang itu di di
lapangan futsal tempat ia sering bermain futsal dengan teman teman nya, ia
berdiri di luar lapangan dengan teman teman nya, saat itu kondisi badannya
masih stabil, ketika teman nya membayar sewa lapangan, ia dan teman teman nya
melakukan pemanasan kecil di luar lapangan, ketika selesai dimas dan teman
temannya mendapatkan giliran bermain pada pukul 15:25 sore, dan dimas pun
menunggu di luar lapangan dengan menikmati secangkir air susu. Tak lama
kemudian dimas merasa gelisah, ada salah satu teman nya menanyakan kepadany, “
kenapa badan mu basah mas, padahal kan kamu hanya duduk disini dengan kami,
tidak melakukan hal hal yang berat, kamu sakit ya mas” ujur temannya penasaran,
dan dimas pun menjelaskan tentang semua hal itu.
“ aku merasa di dalam
tubuh ku ini ada sesuatu yanga neh “ kata dimas dengan raut wajah yang sedih
“ loh kok gitu mas, kan
kamu anaknya periang, ga pernah mengeluh, selalau santai menghadapi semua
masalah mu” temannya masih penasaran
“ begini.. aku gabisa
jelasin nya kenapa, soalnya semua ini belum mempunyai kepastian yang tepat, aku
udah mengajak ibu ku untuk cek-up ke rumah sakit, namun ibu ku blm mempunyai
biaya” jelas dimas
“ oh, kalo gitu tetap
semangat ya teman, jadi karena semua ini ya akhir akhir ini sifat mu sering
berubah, percayalah allah itu ada, allah itu adil, allah itu maha segalanya”
nasihat temannya
“ iya teman,
terimakasih yah atas nasihat dan saran nya, aku senang mempunyai teman seperti
kalian, selalu mengerti aku, dan satu hal…. “ lalu pembicaraan itu di potong
oleh temannya “ sudaah laah.. kita teman, ya beginilah teman harus saling
melengkapi sedih dan senang nya keadaan nya J”
Perbincangan pun
berlalu, jam 15:25 pun tiba, dan saat nya dimas dan teman teman nya bermain,
pada waktu bermain, dimas merasakan hal hal yang berbeda, entah apa setiap
orang orang mengetahui kekurangannya, pasti orang tersebut berusaha untuk
menjauhi anak lakilaki periang itu.
Namun dimas tetap berlapang dada, ia selalu tersenyum,
walaupun di hatinya menyimpan rasa sakit yang mendalam.
Setelah selesai
bermain, dimas pulang dengan perasaan yang sedih, ia merasakaan setiap orang
membencinya.
Sesampai di rumah ia
menyuruh ibunya untuk segera memeriksa nya ke dokter. Dengan rasa prihatin, ibu
pun segera membawa dimas ke rumah sakit, di rumah sakit dimas sangat bahagia,
seolah semua ini akan selesai setelah mendengar penjelasan dari dokter
nantinya.
keesokan harinya setelah dimas menerima hasil dari dokter ternyata diman terkena penyakit HIPERHIDROSIS, di sisi lain hasil check up itu ternyata menyatakan, bahwa dimas juga mengidap penyakit ANEMIA namun ibu selalu mensuport dimas agar dimas tidak selalu mengeluh di dalam segala aktivitasnya
kata dokter, di dunia ini cuma ada 20% yang terkena hiperhidrosis itu, wajar saja kalo dimas bisa jatuh mendengar semua itu
***
malam itu dimas duduk di teras atas rumah nya, ia melihat bintang bintang gemerlip indah dan di antara beribu ribu bintang tersebut, dimas selalu berfikir, mengapa hanya ada satu bulan, ia berfikir bulan itu adalah dirnya dan bintang adalah orang orang yang ada di sekelilingnya " mengapa aku di takdirkan begini ya allah, apakah aku adalah makhluk mu yang terpilih sebagai makhluk yang aneh, jika ini memang ujian yang engkau berikan, aku mohon, beri aku kekuatan dengan cibiran semua teman teman ku ya allah, aku sayang ayah dan ibu ku, berikan kau bisa dapat tersenyum untuknya ya allah "
ucapat itu terujur di bibir mungil lakilaki kecil itu,
tiba tiba ibu dengan tidak sengaja mendengar semua itu, dan menghampiri dimas, ibu dan anaknya itu pun saling berpangkuan ibu berkata " dimas anakku, jangan mengeluh begitu, semakin kamu mengeluh semakin besar cobaan mu nak, ibu yakin kamu bisa tegar, allah itu adil, dan allah tidak suka ada sosok lelaki yang ganteng mengeluh " dan dimas memeluk ibunya dengan erat, dimas meneteskan airmatanya..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar