Senin, 04 November 2013

KEKURANGAN ITU INDAH part1

MOS !
Teeeeett.. teeeeett..
bel sekolah  pun berbunyi awal DIMAS duduk di bangku sekolah menengah pertama, pagi itu ia belum mendapatkan kelas dimana ia akan memulai hari pertama nya sekolah.
Seperti rutinitas setiap sekolah, dimana ada Masa Orientasi Siswa, dimas adalah seorang anak yang lugu, tidak tahu apa apa tentang cangginya dunia, ya.. namanya anak baru beranjak dewasa, suara saja belum berubah, apalagi mau mengenal yang bukan sebaiknya ia ketahui di umurnya sekarang.
 setelah dimas mendapatkan kelas yang cocok untuknya, datanglah dua orang kakak senior yang memasang tampang killer.
“ dik, mohon perhatiannya sebentar, masuk semuanya ke kelas.. ! ” ujur kakak senior pertama, dan junior pun mulai masuk ke kelas, dan duduk di bangku masing-masing , begitu pula dengan dimas, kakak-kakak senior itupun mulai memberikan instruksi apa apa saja yang harus mereka bawa untuk besok.
Sepulang dari sekolah, dimas pun mengajak kakak nya yang bernama RAKA untuk membeli peralatan untuk MOS nya besok, raka merupakan sosok kakak yang  baik, tapi terkadang ia juga sering mengganggu adiknya dimas, ya.. maklumi saja namanya juga adik dan kakak, pasti banyak kurang dan lebihnya.
Sesampainya di supermarket, dua bersaudara itupun memilih dan memilah apa saja yang di perlukan, dengan bantuan sang  kakak, dimaspun merasa sangat di perdulikan dengan kakak raka, dimas berkata
“ kak, saya mau kesana membeli kaos kaki hitam dan putih dulu ya”
“iya dik..”
Dimas pun sibuk memilih kaos kaki yang ia butuhkan, tiba-tiba dimas tidak sengaja menyenggol salah satu barang mahal yang ada di supermarket tersebut dan bunyinyapun sangat kencang. Sehingga seluruh mata tertuju pada asal suara itu.
Kak raka pun segera menyusuri asal suara itu, tidak di sangka ternyata suara itu berasal dari  adiknya sendiri, betapa malunya raka, dan akhirnya raka pun mengganti barang-barang tersebut.
Sesampainya dirumah.
“ dimas, lain kali kalo mau memilih barang itu hati-hati jangan asal, rugi besarkan kita, salah kamu jika kamu esok di hukum, karena barang-barang mu di tunda untuk dibeli “ dengan nada marah pun kak raka duduk dan menghela nafas panjang
“iya kak, ma’af sudah membuat kakak malu tadi di supermarket “ dengan wajah murung, rakapun menyesali perbuatannya.
“iya, tak apa, lain kali lebih hati-hati ya dik “ ujur kak raka
***

07:00
dan ibu pun mengetok pintu kamar dimas “Dimaasss… dimaasss… bangun nak, sudah pagi kamu mau berangkat sekolah tidak “
dimaspun tergesah gesah mengambil handuk, dan ibupun memberesi pakaian yang akan ia kenakan nantinya.
“ ibu saya pergi dulu, assalamu’alaikum “ tegas dimas buruburu
“ iya hati-hati ya nak “
Sesampai di sekolah dimaspun merasa lain di antara yang lain, dirinya sendiri yang tidak memakai kalung yang di rangkai dengan silverqueen, kakak senior pun mulai masuk kekelas, dan memeriksa apa kekurangan adik adik yang ada di kelas. Serhaya dimas berfikir dan menyesali perbuatannya, mengapa ia tidak hati hati kemarin, jadi tidak berbelit seperti ini jadinya. Hatinya menggebu gebu takut di marahi oleh kakak senior  nya.
Dengan alasan yang tidak  memungkinkan, ketika di  Tanya dimas pun memberikan alasan itu
“ adik yang di ujung duduk nomor dua di samping adik yang memakai topi, ayo kedepan” ujur kakak senior yang memasang wajah killer itu lagi
Lubuk hati dimas pun mulai dag did dug, ia bingung ingin mengatakan apa setelah berdiri di depan nanti.
“ ia kak, ada apa” dimas yang ketakutan
“ siapa namamu? “
“dimas kak “
“tolong kamu pergi ke kantor ambil lembaran nama siswa baru” perintah kakak senior
“ iya kak, akan saya ambilkan “ dimaspun tersenyum, dan menghelakan napas panjang, karena tidak jadi dihukum.
Sesampainya dikantor, ia pun mengambil lembaran itu, dan memberikannya lagi ke kakak senior.
“ ini kak ” menyerahkan kertas
“ oh iya terimakasih, pergilah duduk ketempatmu “ perintah kakak lagi
“ iya kak, terimakasih kembali “
Nomor absen dimas, urutan ke sebelas, dimaspun mulai memasang muka pucat di bangku tempat ia duduk, ia takut ketika namanya dipanggil kakak itu menanyakan perbedaan yang ada pada dimas, yaitu silverqueen yang melingkar di leher.
Namun kakak senior itu hanya mengabsen saja, siapa saja yang tidak hadir. Rasa cemas itupun kembali meredam, dan dimas pun menikmati masa orientasi siswa tersebut
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar